Dr. Antoni Ludfi Arifin

Antoni Ludfi Arifin adalah ayah empat orang putra: Atha Adiwidya Ludfi, Artawidya Ihsan Ludfi, Widyatama Cendekia Ludfi, & Setya Widyarachma Ludfi buah pernikahannya dengan Sari Rahma Yulianthi.

Ia lahir di Kotabumi Lampung Utara pada 11 Juni 1977. Ketertarikannya dalam dunia menulis muncul sejak beberapa artikelnya dimuat di situs online seperti www.andriewongso.com dan majalah. Ia juga telah menulis banyak buku, Bacaan Wajib Semua Sales (VisiMedia, 2011), Demi Waktu: So, Use Your Time Effectively (Gramedia, 2012), Be A Writer (Gramedia, 2012), Be A Reader (Gramedia, 2013), Up: Super Vision, Super Action! (Gramedia, 2014), Building Personal Brand Equity (Gramedia, 2015), Mantra: The Power of Words (Gramedia, 2017), bersama rekan-rekan di SDM Cendekia Ia menulis buku HR As A Credible Business Partner (Gramedia, 2018), buku The Secret to Millennial Engagement (Gramedia, 2019); SDM Naik Kelas! (Gramedia, 2020), Kepemimpinan Cendekia (Gramedia, 2020), dan Kepemimpinan Cendekia: SYIAR, DOA, & IKHTIAR Menuju Indonesia Emas (Gramedia, 2021)

Saat ini penulis bekerja di salah satu perusahaan keuangan nonbank sebagai HR & GA Manager dan juga mengapu mata kuliah Manajemen Pemasaran & Teknik Penulisan dan Presentasi, Manajemen Srategik, MSDM di Kampus Institut STIAMI.

Pendidikan formal tertinggi diselesaikan pada Universitas Negeri Jakarta, Program Doktor MSDM, sebelumnya ia bersekolah di Pascasarjana Sahid Jakarta, dengan mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran pada tahun 2008. Ia sempat mengenyam pendidikan Diploma III pada Fakultas Pertanian Unila melalui program Penelusuran Minat dan Kemampuan Akademik (PMKA), dan diwisuda pada tahun 1998. Saat lulus Diploma ia langsung diberikan kesempatan oleh fakultas untuk melanjutkan kuliah pada jenjang Strata 1 di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian pada universitas yang sama.

Namun, karena tuntutan kerja untuk membiayai hidup, pada 2001 di saat sedang menyelesaikan tugas akhir skripsi, ia memutuskan meninggalkan bangku kuliah S-1 untuk bekerja di perusahaan Farmasi PT Kimia Farma Tbk, sebagai tenaga pemasar dan ditempatkan di Area Palembang.

Keinginannya sangat kuat untuk sekolah, pada akhirnya, pendidikan sarjananya dapat diselesaikan di Universitas Sahid Jakarta, dengan menempuh Studi Pembangunan, dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi.

Saat ini, Antoni Ludfi Arifin, sedang menyibukan diri dengan menulis dan memberikan pelatihan SDM.

Ia juga aktif dalam kepengurusan Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) sebagai Ketua Bidang Kerjsama Dengan BUMN (2021-2025) dan Kadin Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Industri Kreatif (2020-2025)

Antoni Ludfi Arifin adalah pendiri SDM Cendekia, bersama sahabatnya Antaiwan Bowo P. Ia sendiri adalah penggagas Strategi Membangun SDM Unggul berbasis SDM Cendekia, dengan model di bawah ini:

Di mana SDM unggul haruslah memformulasi diri dengan menyiapkan masa depan diri yang baik melalui Visi, Misi, Arti, dan Tujuan Jangka Panjang, itulah sumber energi untuk menjadi SDM unggul. Lalu formulasi tersebut diimplementasikan dalam eksekusi–daya dan upaya, dalam bentuk usaha mencapai tujuan jangka pendek dan membiasakan aksi dan kebiasaan baik yang menguatkan, seperti disiplin diri, kerja keras, bersemangat, berpikir positif, jujur, amanah, dan karakter positif lainnya.

Selanjutnya, evalasi pencapaian diri, apakah sudah sesuai apa yang direncakaan, jika terwujud bersyukurlah, jika belum tetap istiqomah dalam pencapaian, teruslah berbenah diri untuk menjemput dan menjalankan impian yang dicita-citakan.

Antoni Ludfi Arifin, juga pengagas ide Kepemimpinan Cendekia, dua idenya SDM Cendekia dan Kepemimpinan Cendekia terus ia semangati ke komunitas agar mampu menulis dan menjalankan nilai-nilai tersebut. Ide Kepemimpinan Cendekia yang Ia tawarkan adalah:

Kepemimpinan Cendekia adalah kepemimpinan yang dimulai dari DOA dan IKHTIAR, doa adalah Developing Vision, Opportunities Seeker, dan Amaze Yourself. Sedangkan IKHTIAR adalah Integrity, Keep Collaborating, Humble, Trustworthy, Inspiring Others, Agile, dan Respect.

Niatnya, dengan kedua model SDM Cendekia dan Kepemimpinan Cendekia, ia bisa menuliskan 100 buku untuk 100 tahun Indonesia Merdeka Bersama SDM CENDEKIA.